Organisasi Angkutan Jalan Kota Bogor (ORGANDA) telah mendaftarkan 2.200 pengemudi angkot dengan KTP Kota Bogor yang dapat digunakan sebagai pengganti harga BBM bagi penerima bansos yang disalurkan Pemprov.
Walikota Bogor-Urganda Mr Issac mengatakan informasi yang dikumpulkan dari pengemudi angkot mungkin tidak baik karena keterbatasan waktu.
“Pengemudi angkot dan pengelola jalan sudah kehabisan waktu karena tidak memahami link pendaftaran dengan benar. Ada yang tidak punya handphone," katanya di Bogor, Jawa Barat, Senin 12 September 2022.
Dari 6.000 pengemudi angkot yang bekerja di wilayah kota Bogor, 4.000 memiliki KTP kota Bogor, kata Ishak.
Namun karena kendala pendaftaran online dan informasi yang membingungkan tentang persyaratan pendaftaran, baru sekitar 2.200 calon penerima manfaat pengemudi angkot yang mendaftar.
Menurut Ishak, Pemkot Bogor-Urganda mendaftarkan kartu tanda pengenal (KTP) dan nama ibu kandung angkot yang dicalonkan untuk dibantu dan menyerahkannya ke Dishub Kota Bogor. (Dishub)
“Rencananya akan kami sampaikan kepada dinas perhubungan sore ini, kami berharap bansos segera dibayarkan, karena jelas para pengemudi membutuhkannya,” ujarnya.
Mulai 3 September 2022, Pemerintah Pusat menaikkan harga BBM Pertalite bersubsidi dari Rs 7.650 per liter menjadi Rs 10.000 per liter, solar bersubsidi dari Rs 5.150 menjadi Rs 6.800 per liter dan bahan bakar Pertamax non-subsidi sebesar Rs. . 12.500 hingga 12.500 AMD per liter dan 14.500 AMD per liter.
Pemerintah Kota Bogor telah mengalokasikan dana sebesar Rp 4,6 miliar dari dana transfer umum yang diarahkan oleh pemerintah pusat untuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak tumpahan minyak (BBM).
Dana sebesar Rp4,6 miliar itu akan digunakan untuk membantu pengendara ugal-ugalan, tukang ojek dan usaha kecil, menengah dan mikro di Bogor.
Sementara itu, pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan keuangan langsung sebesar Rp150.000 per bulan kepada masing-masing penerima manfaat selama empat bulan sejak September hingga Desember 2022.
BLT BBM akan disalurkan kepada 60.571 KK yang informasinya masuk dalam Data Terpadu Peduli Sosial (DTKS).
Selain itu, pemerintah memberikan subsidi upah kepada pekerja yang berhak atas bantuan sosial negara.
Komentar
Posting Komentar