Langsung ke konten utama

Emak-emak di Purwokerto Demo Bawa Peralatan Dapur: Tolak Kenaikan BBM, Kita Tidak Butuh BLT!

Emak-emak di Purwokerto Demo Bawa Peralatan Dapur: Tolak Kenaikan BBM, Kita Tidak Butuh BLT!

Puluhan ibu rumah tangga dari Aliansi Ibu Banyumas memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Kamis (9/8/2022) di Lapangan Purukurto, Banyumas, Jawa Tengah.

Hujan di bulan Maret Amin di Puroraton. Tapi mereka bertahan meski basah.

Seperti yang dijelaskan oleh koordinator persalinan, Siva Edelina, selama ini banyak ibu yang menjadi pusat keluarga.

Dia berkata: "Ini inisiatif ibu, karena ibu bukan tulang rusuk kosong. Begitu banyak garpu yang dibuat selama ini. Suami juga bertanggung jawab untuk membeli rokok, banyak hal terjadi di kelas bawah." .

Mereka paling terpengaruh oleh kenaikan harga bahan bakar. Jadi langkah ini sebagai upaya untuk menghindari kenaikan harga BBM.

"Kami semua tegas menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM," katanya.

Saat bekerja, mereka membawa peralatan rumah tangga seperti kaleng, sapu, wajan, dan saringan. Menurutnya, ini merupakan simbol kekesalan bagi pemerintah.

"Ini menunjukkan ibu-ibu sudah putus asa," katanya, "kain putih ini ditebarkan untuk membantu pejalan kaki."

Para ibu juga menampilkan pertunjukan teater yang menggambarkan penderitaan masyarakat pasca kenaikan harga BBM.

"Ini peluang kita dengan langkah ini. Anggota DPR RI harus bertanggung jawab, jangan sampai ini terjadi," ujarnya.

Seorang peserta acara dalam sambutannya mengatakan bahwa program Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM bukanlah solusi. Karena menurutnya itu hanya sementara.

"Kita tidak perlu BLT karena analoginya anak jatuh tapi dapat es krim. Itu sementara, tapi rasa sakitnya masih ada," ujarnya.

Ibu-ibu ini terkena dampak langsung dari kenaikan harga BBM. Karena mahalnya harga banyak kebutuhan pokok, termasuk anak-anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Bekasi Gelar Demo, Protes Harga BBM Naik

Pada Selasa, 6 September 2022, ratusan mahasiswa Bekasi memprotes kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Bekasi. Mahasiswa menyampaikan keinginannya untuk pertama kali di depan gedung DPRD Bekasi. Namun dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak bisa bertemu dengan ketua DPRD kota Bekasi, sehingga aksi kembali dimulai di depan balai kota Bekasi. Sekjen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bekasi Sahridin mengatakan aksi mahasiswa tersebut terkait dengan kenaikan harga BBM. Syahridin mengatakan kepada Pojoksatu.id: "Pemerintah dan DPRD juga harus bertanggung jawab atas kenaikan tajam harga BBM yang membuat rakyat semakin sengsara." Menurut informasi yang diberikan oleh Pojoksatu.id di tempat aksi, aksi mahasiswa di kota Bekasi diprovokasi oleh polisi. Selain itu, mahasiswa Bekasi membakar ban bekas sebagai protes atas kenaikan harga BBM. Para pengunjuk rasa yang menyampaikan keinginannya di depan gedung DPRD Kota Bekasi kecewa karena tidak bisa bertemu dengan ketua DPRD...

Partai Demokrat Bebaskan Kader Ikut Aksi Tolak Kenaikan BBM

Menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menambah beban masyarakat, Partai Demokrat membebaskan kadernya untuk ikut melakukan aksi menentang kebijakan pemerintahan Joko Widodo. DPP MP Bappilu Kamhar Lakumani mengatakan DPP DPP, khususnya Bappilu, telah meminta anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, DPR provinsi dan DPR Kabupaten/Kota mulai pekan kedua Agustus untuk mengambil tindakan. dan tindakan "Selain mengumumkan penolakan ini di DPR, seluruh 514 DPRD kabupaten/kota diminta menindak kenaikan BBM ini," kata Kamhar, Selasa (09/06). Kamhar mengimbau kadernya untuk tidak menangis menentang kenaikan harga BBM karena elit partai PDIP berperan dalam menyikapi kenaikan BBM pada masa pemerintahan SBY. Memang, menurut Kamhar, otoritas saat ini tidak perlu menaikkan harga BBM. Karena tidak ada keadaan darurat yang nyata jika pemerintah benar-benar peduli dengan rakyatnya. “Oleh karena itu, seluruh kader bisa ikut bersama rakyat berdemonstrasi menentang...

Hari Ini, Buruh Demo Serentak

Pemerintah menawarkan tambahan tunjangan BBM bersubsidi. Hal ini penting mengingat tergerusnya konsumsi BBM bersubsidi (pertalite dan solar bersubsidi) yang semakin meningkat. Wakil Menteri Keuangan Swahasil Nazara menyetujui penambahan kuota tersebut. “Jadi kuota pertalite kita naikkan dari 23 juta klon menjadi 29 juta klon,” ujarnya kepada CNBC TV Energy Corner kemarin (5/9). Swahasil mengatakan, biaya tambahan juga berlaku untuk solar. Dari kuota 14,9 juta klon tahun ini, meningkat menjadi 17,4 juta klon. Seperti diketahui, penambahan kuota subsidi BBM sangat diperlukan. Sebab, kenaikan konsumsi bahan bakar menyebabkan pengurangan kuota yang diperkirakan akan berakhir pada Oktober. Sejauh ini kuota pertalite hanya 3,55 juta sel dan solar hanya 3,5 juta sel. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan tambahan porsi subsidi BBM. Padahal, baik pemerintah maupun PT Pertamina menjamin terjaganya pasokan dan distribusi BBM bersubsidi dalam menghadapi peningkatan kons...