Langsung ke konten utama

Imbas Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Tiket Bus AKAP Ikutan Naik

Imbas Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Tiket Bus AKAP Ikutan Naik

Harga Bus Antar Daerah (AKAP) yang dijual di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, naik menyusul kebijakan pemberian subsidi minyak pemanas (BBM), minyak tanah, dan solar oleh Presiden Joko Widodo.

Penjual tiket Madu Otobus (PO) Crismo Malik menyatakan kenaikan itu terjadi sejak Minggu (4/9/2022). “Harganya sudah naik sejak kemarin.

Kenaikannya sekitar Rp 30.000,” kata Malik kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/6/2022). Malik melanjutkan, sebelum harga BBM naik, kelompoknya menjual tiket bus ecap ke Surabaya seharga Rs 280.000 dan tiket ke Denpasar hanya Rs 500.000.

Menurut Malik, kenaikan harga tiket membuat banyak penumpang kecewa. “Ada keluhan penumpang kemarin kaget dengan apa yang tidak mereka ketahui.

Ini menjelaskan mengapa harga BBM terus naik,” pungkasnya. Penjual tiket PO Bus Satoso Defi menetapkan harga tiket untuk Yogyakarta.

"Untuk PO Santoso harganya naik Rp 20.000 dari harga semula, sebelumnya tiket Jakarta-Yogyakarta Rp 200.000," kata Daffy. Defy menjelaskan, penyesuaian harga tiket tergantung kebijakan bus masing-masing PO.

Dia mencontohkan tidak menaikkan harga tiket bus PO. “Untuk PO Indoren, tidak ada kenaikan tarif bus tingkat.

Masalahnya adalah taruhan awal adalah Rs 400.000 karena ini adalah kelas super, ”kata Daffy. Pemerintah sebelumnya telah merevisi harga bensin bersubsidi perlit dari Rs 7.650 menjadi Rs 10.000 per liter pada hari Sabtu. (9/3) pukul 14.30 WIB.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 3 Maret 2009 mengatakan, pemerintah telah menyesuaikan harga BBM bersubsidi dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter solar.

Misalnya, untuk BBM nonsubsidi, pemerintah menetapkan harga Pertamax sebesar Rp. 12.500 rubel per liter. 14.500 per liter. “Penyesuaian harga ini akan berlaku selama satu jam sejak diumumkan, sehingga berlaku mulai pukul 14.30 WIB,” kata Arifin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Bekasi Gelar Demo, Protes Harga BBM Naik

Pada Selasa, 6 September 2022, ratusan mahasiswa Bekasi memprotes kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Bekasi. Mahasiswa menyampaikan keinginannya untuk pertama kali di depan gedung DPRD Bekasi. Namun dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak bisa bertemu dengan ketua DPRD kota Bekasi, sehingga aksi kembali dimulai di depan balai kota Bekasi. Sekjen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bekasi Sahridin mengatakan aksi mahasiswa tersebut terkait dengan kenaikan harga BBM. Syahridin mengatakan kepada Pojoksatu.id: "Pemerintah dan DPRD juga harus bertanggung jawab atas kenaikan tajam harga BBM yang membuat rakyat semakin sengsara." Menurut informasi yang diberikan oleh Pojoksatu.id di tempat aksi, aksi mahasiswa di kota Bekasi diprovokasi oleh polisi. Selain itu, mahasiswa Bekasi membakar ban bekas sebagai protes atas kenaikan harga BBM. Para pengunjuk rasa yang menyampaikan keinginannya di depan gedung DPRD Kota Bekasi kecewa karena tidak bisa bertemu dengan ketua DPRD...

Partai Demokrat Bebaskan Kader Ikut Aksi Tolak Kenaikan BBM

Menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menambah beban masyarakat, Partai Demokrat membebaskan kadernya untuk ikut melakukan aksi menentang kebijakan pemerintahan Joko Widodo. DPP MP Bappilu Kamhar Lakumani mengatakan DPP DPP, khususnya Bappilu, telah meminta anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, DPR provinsi dan DPR Kabupaten/Kota mulai pekan kedua Agustus untuk mengambil tindakan. dan tindakan "Selain mengumumkan penolakan ini di DPR, seluruh 514 DPRD kabupaten/kota diminta menindak kenaikan BBM ini," kata Kamhar, Selasa (09/06). Kamhar mengimbau kadernya untuk tidak menangis menentang kenaikan harga BBM karena elit partai PDIP berperan dalam menyikapi kenaikan BBM pada masa pemerintahan SBY. Memang, menurut Kamhar, otoritas saat ini tidak perlu menaikkan harga BBM. Karena tidak ada keadaan darurat yang nyata jika pemerintah benar-benar peduli dengan rakyatnya. “Oleh karena itu, seluruh kader bisa ikut bersama rakyat berdemonstrasi menentang...

Hari Ini, Buruh Demo Serentak

Pemerintah menawarkan tambahan tunjangan BBM bersubsidi. Hal ini penting mengingat tergerusnya konsumsi BBM bersubsidi (pertalite dan solar bersubsidi) yang semakin meningkat. Wakil Menteri Keuangan Swahasil Nazara menyetujui penambahan kuota tersebut. “Jadi kuota pertalite kita naikkan dari 23 juta klon menjadi 29 juta klon,” ujarnya kepada CNBC TV Energy Corner kemarin (5/9). Swahasil mengatakan, biaya tambahan juga berlaku untuk solar. Dari kuota 14,9 juta klon tahun ini, meningkat menjadi 17,4 juta klon. Seperti diketahui, penambahan kuota subsidi BBM sangat diperlukan. Sebab, kenaikan konsumsi bahan bakar menyebabkan pengurangan kuota yang diperkirakan akan berakhir pada Oktober. Sejauh ini kuota pertalite hanya 3,55 juta sel dan solar hanya 3,5 juta sel. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan tambahan porsi subsidi BBM. Padahal, baik pemerintah maupun PT Pertamina menjamin terjaganya pasokan dan distribusi BBM bersubsidi dalam menghadapi peningkatan kons...