Kalau Demonstran Dianggap Rusak Citra Indonesia, Harusnya Pemerintah Jangan Buat Kebijakan Tidak Adil
Pemerintah telah dihimbau untuk mengakhiri demonstrasi massa yang belakangan ini bergejolak akibat kenaikan harga BBM. Pasalnya, beberapa negara peserta ajang internasional G20 menekankan posisi Indonesia sebagai host country.
Anthony Budiyawan, Direktur Eksekutif Departemen Ilmu Ekonomi Politik dan Kajian Kebijakan, mengatakan saat ini masyarakat tidak khawatir dengan partai besar internasional di Indonesia. Menurut Anthony, masyarakat hanya memikirkan bagaimana mencari keadilan dari pemerintah yang menaikkan BBM bersubsidi di tengah situasi ekonomi yang belum pulih.
“Kalau kita lihat banyak event internasional, ini juga menjadi target (event). Orang-orang menunjukkan sesuatu pada isu-isu tertentu, tetapi ini masalah ketidakadilan,” kata Anthony kepada wartawan, Minggu (9/11).
Menurutnya, masyarakat tidak mau tahu tentang event internasional yang diadakan pemerintah dalam waktu dekat ini.
Menurut Anthony, seharusnya pemerintahan Joko Widodo tidak mengambil kebijakan menaikkan harga BBM jika pemerintah menilai demonstrasi massal akan mencoreng citra Indonesia.
“Jika pemerintah mengatakan atau menganggap itu merugikan, pemerintah tidak boleh berpikir harus menerapkan kebijakan yang dianggap tidak adil oleh publik,” pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar