Kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah dua hari lalu memicu protes dari berbagai lapisan masyarakat di berbagai daerah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi dengan berbicara tentang negara demokrasi Indonesia.
"Ya, ini negara demokrasi," kata Jokowi kepada wartawan di Sarina, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2022).
Jokowi kemudian berpesan kepada seluruh demonstran. Dia menuntut penyajian klaim yang benar.
"Katakan dengan baik," kata Jokowi.
Seperti diketahui, unjuk rasa terhadap kenaikan harga BBM berlangsung di berbagai daerah hari ini. Demonstrasi dipimpin oleh mahasiswa.
Mahasiswa mengaku tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Menaikkan harga BBM dinilai sebagai kebijakan yang tidak menguntungkan masyarakat kecil.
Demonstrasi dijadwalkan berlangsung besok di depan gedung DRK dan akan dihadiri oleh massa buruh.
“Aksi ini diorganisir oleh Partai Buruh dan organisasi serikat pekerja, petani, nelayan, guru sukarelawan, pekerja rumah tangga, pekerja migran, kaum miskin kota dan organisasi perempuan di 34 kabupaten. Said Iqbal, Ketua Umum KSPI dan Ketua Umum Partai Buruh, mengatakan dalam keterangan tertulis, Senin (5 September).
“Tujuannya untuk meminta gubernur menyampaikan surat rekomendasi kepada Presiden DRC dan pimpinan RI untuk membalikkan kenaikan harga BBM,” ujarnya.
Antara 3.000 hingga 5.000 orang akan menghadiri acara yang akan berlangsung di Gedung DRC RI Jabodetabek itu. Aksi ini menyerukan pembentukan komite bahan bakar atau panitia khusus untuk menurunkan harga bahan bakar.
Menurut Saeed Iqbal, aksi akan berlangsung di DPR RI mulai pukul 10.00 WIB. WIB 3 (tiga) syarat, yaitu:
1. Menolak kenaikan harga BBM.
2. Penolakan omnibus law penciptaan lapangan kerja; dan:
3. Meningkatkan UMK 2023 sebesar 10-13%.

Komentar
Posting Komentar