Menanggapi dugaan kebocoran data dari berbagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan masih menyelidiki berbagai dugaan kebocoran data dan juga mengkaji data yang dipublikasikan.
Berita terbaru dan kurang diketahui adalah bahwa satu atau lebih peretas telah memposting ulang nama akun Björk di halaman forum dunia maya, mengklaim bahwa itu berisi informasi penting. Yang mereka cari kali ini adalah data rahasia dari Presiden Joko Widodo dan BIN atau Badan Intelijen Negara.
Hal ini sebelumnya dibantah oleh BIN. Juru bicara BIN Wawan Purwanto mengklarifikasi bahwa ini tidak benar atau salah. Meskipun hal ini telah diperdebatkan, BSSN, yang saat ini merupakan badan keamanan siber negara tersebut, mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.
"BSSN telah berkoordinasi dengan seluruh PSE yang diduga melakukan keterbukaan data, termasuk PSE di lingkungan Sekretariat Negara," kata Juru Bicara BSSN Ariandi Putra dalam keterangannya kepada javapos.com.
Ariandi melanjutkan. BSSN terus bekerja dengan PSE yang relevan dan melakukan upaya penahanan cepat untuk memperkuat sistem keamanan siber untuk mencegah paparan lebih lanjut dari PSE tertentu.
Ariandi menjelaskan, BSSN juga telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk Direktorat Cybercrime dan BareScream Polri, untuk mengambil langkah penegakan hukum. BSSN menekankan bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab bersama.
Untuk itu, BSSN memberikan dukungan teknis dan meminta kepada seluruh PSE untuk memastikan keamanan sistem elektronik di lingkungan masing-masing, sesuai Peraturan Pemerintah No. Tentang Pengoperasian Sistem Tahun 2019
dan transaksi elektronik, yang mengharuskan setiap PSE mengoperasikan SE secara andal dan aman serta bertanggung jawab atas berfungsinya sistem elektronik,” kata Ariandi.
Pada Sabtu sore (9/10) pesan mengejutkan kembali datang dari para peretas Bjorka untuk Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sekretaris Komunikasi dan Informasi Johnny G. Platt tampaknya telah dirusak dan informasi pribadi Johnny dibagikan kepada publik. Hingga pesan ini dirilis ulang, "Kemenkominfo" tidak merespon.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3595009/original/081205100_1633578623-WhatsApp_Image_2021-10-07_at_10.45.13_AM__1_.jpeg)
Komentar
Posting Komentar