Langsung ke konten utama

Mengerikan! Sebelum Dibuang Ternyata Irjen Ferdy Sambo Ajak Empat Anak Buah Nobar Rekaman CCTV Saat Bunuh Brigadir J: Kalau Bocor Berarti Kalian!

Mengerikan! Sebelum Dibuang Ternyata Irjen Ferdy Sambo Ajak Empat Anak Buah Nobar Rekaman CCTV Saat Bunuh Brigadir J: Kalau Bocor Berarti Kalian!

Polisi sebelumnya mengatakan bahwa tidak ada kamera pengintai di lokasi pembunuhan Brigadir Ji. Namun, setelah diselidiki, ternyata rekaman tersebut menjadi bahan untuk keempat orang Ferdi Sambo tersebut.

Mengutip berita dari Jakarta.poskota.co.id, empat anak buah Ferdi Sambo yang diperlihatkan CCTV pembunuhan Brigjen J adalah Kompol Chuck Putranto, Kompol Bayuni Wibowo, AKBP Ridwan Soplanit dan AKBP Arif Rahman.

Keempat petugas itu tidak berani mengadu, meski Brigjen J.

Itu karena Ferdy Sambo telah mengancam mereka sebelumnya. Ferdi Sambo mengancam bahwa hasil CCTV tidak akan dibagikan kepada orang lain

Tiga dari empat bawahan Ferdi Sambo kini telah ditetapkan sebagai tersangka penghasutan, namun salah satunya, AKBP Ridvan Soplanit, belum ditetapkan sebagai tersangka. "Kalau dia kalah, berarti kamu out empat," ancam Ferdy Sambo.

Pada Kamis, 25 Agustus 2022 bertempat di gedung Transnational Crime Center (TNCC) Mabes Polri, dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Ferdi Sambo J, AKBP Arif Rahman berbicara tentang keberadaan CCTV yang merupakan ujian penting. dari kecelakaan yang mengejutkan negara itu.

Dalam sidang etik, keempat brigadir bawahan Ferdi Sambo, J.

Kompol Chuck Putranto kemudian mengirimkan hasil CCTV tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan. Tapi kemudian dia bertanya lagi, takut Ferdy Sambo akan memarahinya.

Komisaris Chuck Putranto juga melihat video CCTV kematian Brigadir Joshua bersama Kompol Baiquni Wibowo dan AKBP Arif Rahman.

Tak lama kemudian, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ridwan Soplanit juga melihat rekaman CCTV tersebut.

AKBP Arif mengatakan telah mengungkapkan bukti konklusif kepada Brigjen Hendra Kurniawan.

Brigadir Hendra kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Ferdy Sambo. AKBP kemudian memanggil Arif Sambo ke kamarnya.

Ferdi Sambo kemudian menanyakan siapa yang melihat kamera tersebut dan AKBP Arif menjawab bahwa hanya dia, Ridwan, Chuck dan Bayuni.

Ferdi Sambo kemudian memerintahkan AKBP Arif untuk segera memusnahkan semua barang bukti terkait. "Kalau dia kalah, berarti kalian berempat sudah bocor," kata Arif mengutip Sambo.

Rekaman CCTV kematian Brigjen J menunjukkan bahwa dia masih hidup saat Ferdi Sambo tiba di rumah dinas di Duren Tiga, tempat pembunuhan itu terjadi.

Sejauh ini, tujuh polisi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus obstruksi keadilan pembunuhan Brigadir Ji, antara lain Irjen Ferdi Sambo, Brigjen Hendra Kurnyawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni Wibowo Kompol Chuk Putranto, AKP . irfan vidyanto

Dua anak buah Ferdi Sambo, termasuk Kompol Chuk Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo, dibebaskan oleh Polri setelah menjalani sidang etik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Bekasi Gelar Demo, Protes Harga BBM Naik

Pada Selasa, 6 September 2022, ratusan mahasiswa Bekasi memprotes kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Bekasi. Mahasiswa menyampaikan keinginannya untuk pertama kali di depan gedung DPRD Bekasi. Namun dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak bisa bertemu dengan ketua DPRD kota Bekasi, sehingga aksi kembali dimulai di depan balai kota Bekasi. Sekjen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bekasi Sahridin mengatakan aksi mahasiswa tersebut terkait dengan kenaikan harga BBM. Syahridin mengatakan kepada Pojoksatu.id: "Pemerintah dan DPRD juga harus bertanggung jawab atas kenaikan tajam harga BBM yang membuat rakyat semakin sengsara." Menurut informasi yang diberikan oleh Pojoksatu.id di tempat aksi, aksi mahasiswa di kota Bekasi diprovokasi oleh polisi. Selain itu, mahasiswa Bekasi membakar ban bekas sebagai protes atas kenaikan harga BBM. Para pengunjuk rasa yang menyampaikan keinginannya di depan gedung DPRD Kota Bekasi kecewa karena tidak bisa bertemu dengan ketua DPRD...

Partai Demokrat Bebaskan Kader Ikut Aksi Tolak Kenaikan BBM

Menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menambah beban masyarakat, Partai Demokrat membebaskan kadernya untuk ikut melakukan aksi menentang kebijakan pemerintahan Joko Widodo. DPP MP Bappilu Kamhar Lakumani mengatakan DPP DPP, khususnya Bappilu, telah meminta anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, DPR provinsi dan DPR Kabupaten/Kota mulai pekan kedua Agustus untuk mengambil tindakan. dan tindakan "Selain mengumumkan penolakan ini di DPR, seluruh 514 DPRD kabupaten/kota diminta menindak kenaikan BBM ini," kata Kamhar, Selasa (09/06). Kamhar mengimbau kadernya untuk tidak menangis menentang kenaikan harga BBM karena elit partai PDIP berperan dalam menyikapi kenaikan BBM pada masa pemerintahan SBY. Memang, menurut Kamhar, otoritas saat ini tidak perlu menaikkan harga BBM. Karena tidak ada keadaan darurat yang nyata jika pemerintah benar-benar peduli dengan rakyatnya. “Oleh karena itu, seluruh kader bisa ikut bersama rakyat berdemonstrasi menentang...

Hari Ini, Buruh Demo Serentak

Pemerintah menawarkan tambahan tunjangan BBM bersubsidi. Hal ini penting mengingat tergerusnya konsumsi BBM bersubsidi (pertalite dan solar bersubsidi) yang semakin meningkat. Wakil Menteri Keuangan Swahasil Nazara menyetujui penambahan kuota tersebut. “Jadi kuota pertalite kita naikkan dari 23 juta klon menjadi 29 juta klon,” ujarnya kepada CNBC TV Energy Corner kemarin (5/9). Swahasil mengatakan, biaya tambahan juga berlaku untuk solar. Dari kuota 14,9 juta klon tahun ini, meningkat menjadi 17,4 juta klon. Seperti diketahui, penambahan kuota subsidi BBM sangat diperlukan. Sebab, kenaikan konsumsi bahan bakar menyebabkan pengurangan kuota yang diperkirakan akan berakhir pada Oktober. Sejauh ini kuota pertalite hanya 3,55 juta sel dan solar hanya 3,5 juta sel. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan tambahan porsi subsidi BBM. Padahal, baik pemerintah maupun PT Pertamina menjamin terjaganya pasokan dan distribusi BBM bersubsidi dalam menghadapi peningkatan kons...