Menteri Perhubungan Budi Kariya Sumadi mengakui kenaikan harga BBM berdampak pada sektor transportasi, yang baru saja diumumkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Dia menyatakan bahwa efeknya terkontrol dengan baik.
"Agar sektor transportasi tidak mengalami goncangan yang relatif," katanya usai rapat terbatas pada Jumat, 9 September 2022, di Istana Negara. "Akan ada masalah dalam satu atau dua hari, ya, tapi ayolah .. mari kita putuskan."
Mantan presiden dan direktur Angkasa Pura 2 itu mengatakan, pemerintah tidak memutuskan menaikkan harga BBM dalam semalam. “Lebih dari 10 kali kita rapat (rapat terbatas) dan sosialisasinya sangat lancar,” kata Budi.
Sabtu lalu, 3 September lalu, Jokowi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) perlit bersubsidi dari Rs 7.650 menjadi Rs 10.000 per liter. Harga energi surya juga naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter. Harga Pertamax nonsubsidi juga naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
Presiden Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianta mengatakan penyedia jasa logistik mau tidak mau akan membebankan biaya jasa ketika pihak ketiga menangani distribusi produk. "Untuk mengimbangi kenaikan harga BBM hingga 30%," kata Mahendra.
Adhi S. Luqman, Ketua Umum Gabungan Industri Makanan dan Minuman, juga mengatakan sektor makanan dan minuman akan paling terpukul oleh kenaikan biaya logistik. "Menurut perhitungan kami, jika harga BBM naik 30%, biaya logistik makanan dan minuman diperkirakan hanya naik 15%," kata Adhi.
Pemerintah setempat telah meminta bantuan untuk mengurangi dampak pertumbuhan bahan bakar
Memperhatikan biaya logistik yang meningkat, Budi kemudian merujuk instruksi Jokowi ke daerah untuk memberikan subsidi. "Karena itu kementerian tidak mungkin melakukan itu," katanya.
Menteri Perhubungan Budi Kariya Sumadi saat konferensi pers virtual menandai selesainya produksi dan pengiriman pertama kereta peluru seri Jakarta-Bandung pada Jumat, 5 Agustus 2022. Saluran YouTube KCIC
Sebelum kenaikan harga BBM, Jokowi sudah menyalurkan subsidi transportasi senilai Rp 2,17 triliun melalui DAU dan DBH. Ini merupakan bagian dari hibah pengalihan subsidi BBM senilai Rp24,17 triliun.
Rabu lalu, 7 September lalu, Jokowi terus mendesak daerah untuk memberikan subsidi logistik untuk menekan inflasi komoditas. Jokowi mencontohkan pemberian subsidi logistik untuk mengatasi kenaikan harga bawang merah.
Tujuannya agar harga bawang merah di pasaran sesuai dengan harga yang diharapkan petani, karena biaya logistik ditanggung pemerintah daerah. "Uangnya sedikit," katanya.
Jokowi menghitung subsidi yang dibutuhkan untuk mengangkut sentra produksi bawang merah di Kabupaten Lampung, Brebes, dan Jawa Tengah. "3 juta rupiah hanya 1 truk, paling tidak seminggu, tidak mungkin menghabiskan satu truk muatan bawang merah (sendiri) untuk (subsidi logistik)," katanya.
Pola yang sama, kata dia, bisa digunakan untuk menekan kenaikan harga produk lain, seperti telur ayam. “Kalau semua pemerintah daerah seperti itu, saya kira inflasi bisa terkendali,” ujarnya.

Komentar
Posting Komentar