Langsung ke konten utama

Penjelasan Kemenkeu soal Pengalihan Subsidi, Alasannya Demi Keadilan

Penjelasan Kemenkeu soal Pengalihan Subsidi, Alasannya Demi Keadilan

Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi alasan pemerintah mengubah subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Vibrio Nathan Kakaribo, Kepala Kebijakan Perpajakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, menjelaskan anggaran negara masih terbebani hingga Rp 502 miliar untuk memberikan subsidi bahan bakar. Namun sayangnya media tersebut dianggap salah sasaran.

Kementerian Keuangan memperkirakan harga awal minyak mentah dunia adalah $63 per barel. Namun baru-baru ini terus meningkat menjadi 100 dolar per barel. Hal ini membuat distribusi manfaat dan kompensasi energi lebih dari 3 kali lipat, dari 152 miliar euro menjadi 502 miliar euro.

Dalam perkembangan terakhir, harga komoditas dan konsumsi secara keseluruhan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

"Ini urusan Kementerian Keuangan, karena kemungkinan kenaikan subsidi dan kompensasi energi sangat tinggi," kata Vibrio kepada wartawan, Minggu (11/9).

Jelas, besarnya pengeluaran APBN untuk subsidi tidak sesuai dengan distribusi bahan bakar yang tepat sasaran.

“Setelah dievaluasi, subsidi ini tidak tepat sasaran, karena lebih dari 70% yang mendapatkan benefit dan diskon energi adalah kelompok kaya yang memiliki mobil dan sebenarnya bukan target subsidi ini”, lanjutnya.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM yang berujung pada penyimpangan anggaran negara. Kajian anggaran ini bertujuan untuk menjaga prinsip keadilan bagi masyarakat.

Seperti yang dijanjikan Presiden, Departemen Keuangan mengalihkan beberapa subsidi dan kompensasi yang salah arah agar lebih adil. Keputusannya kemudian adalah mentransfer 24,17 miliar rupee ke program besar lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Bekasi Gelar Demo, Protes Harga BBM Naik

Pada Selasa, 6 September 2022, ratusan mahasiswa Bekasi memprotes kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Bekasi. Mahasiswa menyampaikan keinginannya untuk pertama kali di depan gedung DPRD Bekasi. Namun dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak bisa bertemu dengan ketua DPRD kota Bekasi, sehingga aksi kembali dimulai di depan balai kota Bekasi. Sekjen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bekasi Sahridin mengatakan aksi mahasiswa tersebut terkait dengan kenaikan harga BBM. Syahridin mengatakan kepada Pojoksatu.id: "Pemerintah dan DPRD juga harus bertanggung jawab atas kenaikan tajam harga BBM yang membuat rakyat semakin sengsara." Menurut informasi yang diberikan oleh Pojoksatu.id di tempat aksi, aksi mahasiswa di kota Bekasi diprovokasi oleh polisi. Selain itu, mahasiswa Bekasi membakar ban bekas sebagai protes atas kenaikan harga BBM. Para pengunjuk rasa yang menyampaikan keinginannya di depan gedung DPRD Kota Bekasi kecewa karena tidak bisa bertemu dengan ketua DPRD...

Partai Demokrat Bebaskan Kader Ikut Aksi Tolak Kenaikan BBM

Menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menambah beban masyarakat, Partai Demokrat membebaskan kadernya untuk ikut melakukan aksi menentang kebijakan pemerintahan Joko Widodo. DPP MP Bappilu Kamhar Lakumani mengatakan DPP DPP, khususnya Bappilu, telah meminta anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, DPR provinsi dan DPR Kabupaten/Kota mulai pekan kedua Agustus untuk mengambil tindakan. dan tindakan "Selain mengumumkan penolakan ini di DPR, seluruh 514 DPRD kabupaten/kota diminta menindak kenaikan BBM ini," kata Kamhar, Selasa (09/06). Kamhar mengimbau kadernya untuk tidak menangis menentang kenaikan harga BBM karena elit partai PDIP berperan dalam menyikapi kenaikan BBM pada masa pemerintahan SBY. Memang, menurut Kamhar, otoritas saat ini tidak perlu menaikkan harga BBM. Karena tidak ada keadaan darurat yang nyata jika pemerintah benar-benar peduli dengan rakyatnya. “Oleh karena itu, seluruh kader bisa ikut bersama rakyat berdemonstrasi menentang...

Hari Ini, Buruh Demo Serentak

Pemerintah menawarkan tambahan tunjangan BBM bersubsidi. Hal ini penting mengingat tergerusnya konsumsi BBM bersubsidi (pertalite dan solar bersubsidi) yang semakin meningkat. Wakil Menteri Keuangan Swahasil Nazara menyetujui penambahan kuota tersebut. “Jadi kuota pertalite kita naikkan dari 23 juta klon menjadi 29 juta klon,” ujarnya kepada CNBC TV Energy Corner kemarin (5/9). Swahasil mengatakan, biaya tambahan juga berlaku untuk solar. Dari kuota 14,9 juta klon tahun ini, meningkat menjadi 17,4 juta klon. Seperti diketahui, penambahan kuota subsidi BBM sangat diperlukan. Sebab, kenaikan konsumsi bahan bakar menyebabkan pengurangan kuota yang diperkirakan akan berakhir pada Oktober. Sejauh ini kuota pertalite hanya 3,55 juta sel dan solar hanya 3,5 juta sel. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan keamanan tambahan porsi subsidi BBM. Padahal, baik pemerintah maupun PT Pertamina menjamin terjaganya pasokan dan distribusi BBM bersubsidi dalam menghadapi peningkatan kons...