Kebijakan menaikkan harga minyak bersubsidi mendapat respon keras dari seluruh lapisan masyarakat.
Hal ini menimbulkan reaksi tidak hanya dari mahasiswa yang turun ke jalan untuk memprotes, tetapi juga dari berbagai sektor masyarakat. Salah satunya adalah partai politik.
Misalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Probolingo yang menolak keras kebijakan pemerintah yang dianggap memperparah penderitaan manusia.
Kantor berita Jawa Timur RMOL melaporkan bahwa Ketua DPD PKS Probolingo Sayaful Rahman mengatakan pada Sabtu, 10 September 2010, "PKS dengan tegas menolak kenaikan harga BBM."
Menurutnya, kebijakan menaikkan harga BBM tidak menguntungkan masyarakat. Bahkan jika harga minyak naik, itu akan mempengaruhi semua bidang, termasuk ekonomi.
"Tentunya kenaikan harga minyak akan mempengaruhi harga komoditas," katanya.
Menghadapi kenaikan harga BBM, pemerintah tidak puas hanya berharap bisa membantu masyarakat. Di sisi lain, masyarakat dibebani oleh kebijakan pemerintah.
“Dampaknya sangat besar, akan menambah pengangguran,” ujarnya.
Sayaful Rahman yang didampingi perwakilan partai PKS lainnya mengatakan, pihaknya hanya menolak memberikan keterangan resmi.
“Kami (PKC) masih belum siap menaikkan harga BBM dan akan menggelar aksi damai,” pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar